Program Perkuliahan Karyawan
UNIVERSITAS MOCHAMMAD SROEDJI JEMBER

UNIVERSITAS MOCHAMMAD SROEDJI JEMBER

UNIVERSITAS MOCHAMMAD SROEDJI
Jurusan

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Bimbingan dan Konseling

Kenali minat Bimbingan dan Konseling lewat pengalaman mendampingi siswa, latihan bertanya terbuka, refleksi pribadi, dan eksplorasi komunikasi empatik.

Cara Mengenali Minat sebelum Memilih Jurusan Bimbingan dan Konseling

Minat pada Bimbingan dan Konseling tidak selalu muncul karena seseorang sejak awal ingin menjadi guru BK.

Kadang ketertarikan justru terlihat dari aktivitas sehari-hari: mendengar cerita siswa, mencoba memahami kebutuhan mereka, memperhatikan perubahan perilaku, atau memikirkan cara merespons tanpa menghakimi.

Jika aktivitas seperti itu membuat Anda terus penasaran, jangan langsung menyimpulkan bahwa Bimbingan dan Konseling pasti cocok. Amati bagian yang paling menarik, coba latihan sederhana, lalu lihat apakah Anda masih ingin memahami proses pendampingan peserta didik secara lebih terarah.

 

Saat Mendengar Cerita Siswa, Apa yang Ingin Anda Pahami Lebih Jauh?

Pekerja pendampingan siswa dapat terbiasa mendengar keluhan, membantu menyelesaikan kesulitan belajar, atau menjadi tempat siswa bercerita.

Namun, niat membantu saja belum tentu membuat kebutuhan siswa langsung mudah dipahami.

Anda mungkin mulai bertanya mengapa seorang siswa enggan berbicara, mengapa masalah yang terlihat sederhana terasa berat bagi mereka, atau bagaimana mengajukan pertanyaan tanpa membuat siswa merasa dinilai.

Pertanyaan yang terus muncul dapat menjadi petunjuk bahwa Anda tertarik bukan hanya membantu, tetapi juga memahami proses pendampingan secara lebih terstruktur.

 

Bagaimana Rutinitas Pendampingan Siswa Membantu Mengenali Minat?

Coba catat tiga jenis aktivitas yang pernah Anda lakukan.

Pertama, aktivitas yang membuat Anda penasaran. Kedua, aktivitas yang terutama dilakukan karena tuntutan pekerjaan. Ketiga, aktivitas yang masih ingin Anda pelajari meskipun kegiatan sudah selesai.

Misalnya, Anda mungkin menikmati proses mendengar cerita siswa dan mencari cara memahami sudut pandangnya, tetapi kurang tertarik pada bagian administrasi.

Pisahkan juga antara minat, kemampuan saat ini, kebutuhan kualifikasi, dan hambatan waktu.

Belum memiliki keterampilan konseling yang kuat bukan berarti Anda tidak memiliki minat. Pada tahap awal, yang lebih penting adalah apakah Anda tertarik pada proses mendengar, memahami, bertanya, dan mendampingi tanpa terburu-buru memberi kesimpulan.

 

Coba Aktivitas Sederhana untuk Menjelajahi Komunikasi Empatik

Baca satu skenario pendidikan fiktif.

Misalnya, seorang siswa mulai sering terlambat mengumpulkan tugas dan terlihat lebih pendiam dari biasanya.

Jangan langsung menilai penyebabnya.

Coba tulis beberapa pertanyaan terbuka seperti: “Apa yang belakangan ini terasa paling berat?”, “Bagian mana yang paling sulit?”, atau “Apa yang membuat situasi ini berbeda dari biasanya?”

Setelah itu, perhatikan prosesnya.

Apakah Anda tertarik menyusun pertanyaan yang membantu siswa bercerita lebih jauh? Apakah Anda ingin memahami konteksnya sebelum memberi respons?

Latihan ini bukan penilaian psikologis dan bukan tes bakat.

Tujuannya adalah melihat apakah Anda menikmati proses memahami kebutuhan siswa melalui komunikasi yang lebih empatik.

 

Cocokkan Rasa Ingin Tahu dengan yang Dipelajari di S1 Bimbingan dan Konseling

S1 Bimbingan dan Konseling mempelajari perkembangan individu, komunikasi, serta pendampingan masalah belajar atau pribadi.

Rasa ingin tahu dari pengalaman kerja dapat dipetakan ke beberapa bidang seperti komunikasi empatik, dasar bimbingan, perkembangan peserta didik, dan keterampilan mendengar.

Misalnya, ketertarikan pada cara siswa menyampaikan masalah dapat berkembang menuju komunikasi konseling. Rasa penasaran terhadap perubahan perilaku dapat mengarah pada pemahaman perkembangan individu.

Untuk melihat gambaran program secara lebih jelas, Anda dapat membaca halaman S1 Bimbingan dan Konseling Universitas Mochammad Sroedji.

Baca juga: Pelajari S1 Bimbingan dan Konseling Universitas Mochammad Sroedji

 

Dari Minat Belajar menuju Pendampingan yang Lebih Terarah

Minat tidak harus langsung berubah menjadi keputusan memilih jurusan.

Mulailah dari satu aspek pendampingan yang paling dekat dengan pengalaman Anda.

Misalnya, pilih satu skenario pendidikan, susun beberapa pertanyaan terbuka, lalu pikirkan bagaimana Anda dapat mendengar tanpa memotong atau cepat memberi solusi.

Setelah itu, catat bagian yang paling ingin Anda pelajari lebih lanjut.

Jika bagian tertentu terasa sulit, gunakan kesulitan tersebut untuk mengenali bekal yang masih perlu diperkuat, seperti komunikasi interpersonal, psikologi dasar, etika, atau keterampilan mendengar.

Pengalaman mendampingi siswa, latihan, bacaan, dan refleksi dapat membantu Anda melihat apakah Bimbingan dan Konseling benar-benar menjadi bidang yang ingin dipelajari lebih serius.

 

Kenali S1 Bimbingan dan Konseling di Universitas Mochammad Sroedji

Universitas Mochammad Sroedji menyediakan S1 Bimbingan dan Konseling melalui Program Perkuliahan Karyawan (P2K) dengan metode Blended Learning.

Jadwal yang tercantum adalah Kamis dan Jumat pukul 15.30–21.00 serta Sabtu pukul 08.00–17.00.

Waktu mulai pukul 15.30 pada Kamis dan Jumat perlu diperhatikan oleh pekerja yang masih memiliki aktivitas profesional hingga sore. Kelas Sabtu juga berlangsung cukup panjang sehingga pengaturan waktu, energi, perjalanan, tugas, dan istirahat perlu dipertimbangkan.

Informasi kampus dapat ditelusuri melalui kanal Universitas Mochammad Sroedji, sedangkan rincian program tersedia pada halaman S1 Bimbingan dan Konseling.

 

Langkah berikutnya cukup sederhana: pilih satu bagian dari proses pendampingan siswa yang paling membuat Anda penasaran, pelajari dasarnya, lalu lihat apakah rasa ingin tahu tersebut semakin kuat.

Jika iya, bawa catatan minat dan pertanyaan tersebut saat berkonsultasi dengan PMB agar pembicaraan tentang program menjadi lebih sesuai dengan kebutuhan belajar Anda.